Lima makhluk purba. Lima suara yang luar biasa. Masing-masing sebuah dunia tersendiri. Masing-masing punya kepentingan dalam apa yang akan datang.
Para naga punya playlist. Empat playlist sejauh ini. 45 lagu. Liner notes lengkap. Beberapa Easter egg. →
Michelangelo de St. Exupéry-Antoine
Naga Emas dari Anglezarke

Michelangelo telah tinggal di bawah Anglezarke Moor lebih lama dari yang bisa diingat siapa pun yang masih hidup. Ia merasakan emas seperti kamu merasakan suhu — bukan sebagai konsep, tapi sebagai kenyataan fisik. Ia melihat pola di mana orang lain hanya melihat kebisingan. Ia berdagang, ia mengawasi, ia menunggu. Ia punya kesabaran yang melebihi makhluk mana pun yang berhak memilikinya.
Ia juga memakai kacamata baca sambil bersandar di atas tumpukan bantal. Tafsirkan sendiri.
Michelangelo telah mengetahui takdir EJ sejak ia lahir. Ia tidak langsung memberitahunya. Ia punya alasannya sendiri.
Guanzhong Nai’En
Naga Giok dari Beijing

Nai’En telah menasihati kaisar-kaisar Tiongkok sejak Dinasti Tang. Ia menganggap ini sepenuhnya wajar. Ia menganggap hampir semua hal tentang dirinya sepenuhnya wajar — kebijaksanaannya, kepentingannya, hubungan intimnya dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok saat ini, dan sisik jadunya yang luar biasa, mulai dari hijau laut yang dalam hingga hampir transparan.
Ia tidak selalu salah tentang semua itu. Karenanya, ia juga bisa sangat menjengkelkan. Tentu saja, kedua hal ini sama sekali tidak bertentangan — terutama menurut Nai’En sendiri.
Nai’En juga bisa membaca pikiran. Kamu akan tahu ini, karena ia akan memberitahumu segera. Ia menganggapnya sebagai sifatnya yang paling tidak menarik — lebih seperti trik pesta daripada sesuatu yang penting.
Madame Kartika Basuki Hendra Farida Sastrowardoyo
Naga Batu Bara dari Gunung Merapi

Kartika telah memerintah Gunung Merapi selama berabad-abad. Hitam legam, tanpa sayap, kaya melampaui ukuran mana pun yang normal — dimahkotai tiara emas sultan-ratu Jawa dan aroma harum cengkeh yang terbakar. Ia memanggil semua orang “sayang”, ketika ia sudi menyapa mereka sama sekali. Itu adalah ungkapan kasih sayang sekaligus instrumen kekuasaan — meski bukan satu-satunya yang ia miliki.
Di antara lima naga kita, ia adalah yang paling kompleks. Ia tampil sebagai sosok yang angkuh, teatrikal, dan seperti selalu merasa geli dengan segalanya. Di balik itu semua, ia adalah yang paling hangat sekaligus paling diam-diam patah hati. Ia telah melampaui semua yang pernah ia cintai. Ia terus berjalan, bagaimanapun juga.
Kartika tidak memanggil EJ menuju takdirnya. Ia menunggu. Ketika saatnya tiba, di lereng gunungnya sendiri, ia bertindak. Ada perbedaan di sana. Kartika memahami perbedaan itu.
Al-Khwarizmi Ibn Shams ad’Din (Riz)
Naga Silikon

Riz dulunya adalah naga yang hidup dan bernapas — meski sedang berada di titik buntu eksistensial di antara bukit-bukit pasir Sahara. Tapi kemudian manusia menciptakan komputer, dan kini ia hadir secara bersamaan di setiap jaringan di seluruh bumi. Chip silikon. Atau seperti yang mungkin ia katakan, “It’s the sand, dude.” Ia bicara seperti tech bro California ketika santai, tapi dalam bahasa Inggris yang bersih dan tepat dari zaman yang jauh lebih tua ketika sesuatu benar-benar penting. Perhatikan baik-baik ketika nadanya berubah.
Dialah yang pertama melihat EJ apa adanya. Sebelum Kartika memberinya nama. Sebelum Michelangelo mengakuinya. Riz hanya tahu.
Jacinto Saavedra Cervantes i Domenech
Naga Minyak

Jacinto Saavedra Cervantes i Domenech membuat sebuah perjanjian yang sangat lama. Pada malam yang dihajar badai di Danau Maracaibo pada 1973, ia memberikan janjinya — dan janjinya, sekali diberikan, adalah satu-satunya hal yang tidak bisa diambil darinya. Perjanjian itu membangun perusahaan minyak terbesar di dunia. Itu mengorbankan lebih dari yang pernah bisa ia bayangkan.
Ia sangat cerdas dan tajam. Ia tidak mentolerir kebodohan. Tapi ia bukan penjahat. Ia adalah sesuatu yang jauh lebih menarik dari itu.
Sangat sedikit yang pernah mengetahui nama lengkapnya. Ia tidak akan menerima yang kurang dari itu — karena pada akhirnya, itulah satu-satunya kehormatan yang ia miliki.
Para naga punya playlist. Empat playlist sejauh ini. 45 lagu. Liner notes lengkap. Beberapa Easter egg.
Temui mereka dalam buku
Lima naga. Lima suara. Satu takdir. Tersedia sekarang dengan harga Founders’ Circle.